Selasa, 04 Desember 2018

Pergerakan Rupiah Terhadap Dollar

Sejak awal tahun 2018, nilai tukar rupiah terus melemah terhadap mata uang dolar AS. Jika di awal 2018 lalu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejumlah Rp 13.500, dalam beberapa hari ini, nilai rupiah terus melemah bahkan sempat menyentuh angka Rp 15.000. Menurut data Bloomberg, hingga Jumat 7 September 2018 pukul 10:25 WIB, rupiah kini berada di level Rp 14.903 per dolar AS.

Apa penyebab sebenarnya dan dampak apa yang akan terjadi pada masyarakat Indonesia dengan terjadinya hal ini? Apakah semua pihak akan rugi, atau justru ada pihak yang diuntungkan dengan kenaikan dolar terhadap rupiah? Berikut penjelasan lengkapnya yang telah dirangkum oleh Kredivo.

Bukan hanya rupiah, mata uang negara lain juga mengalami penurunan

Dolar AS merupakan mata uang internasional yang menjadi patokan pembanding oleh mata uang negara lain. Karena hal ini, kenaikan dolar AS tak hanya memicu penurunan nilai mata uang Indonesia, melainkan juga berbagai negara lainnya. Dikutip dari Reuters, sejak awal tahun hingga akhir Agustus, rupiah melemah 8,4%. Untuk periode yang sama, rupee India mengalami penurunan 10,4%, rubel Rusia 15,1%, rand Afrika Selatan 16,7%, lira Turki hingga 42,9%, dan peso Argentina hingga 51,1%. Dari data tersebut, bisa dilihat bahwa negara yang ekonominya sudah maju sekalipun bisa terkena dampak penurunan pada mata uang mereka. 

Penyebab kenapa nilai dolar AS terus meningkat

Dalam beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat mengalami defisit perdagangan karena nilai impor AS dari jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai ekspornya. Sejak AS berada di bawah kepemimpinan Donald Trump, ia dan kabinetnya memberlakukan kebijakan tarif dagang dengan tujuan untuk menurunkan defisit perdagangan AS.

Mulai dari 1 Juni 2018, AS mengenakan tarif pada produk baja sebesar 25% dan aluminium sebesar 10%. Tarif tersebut diberlakukan untuk semua negara yang mengekspor besi baja dan aluminium ke AS. Akhirnya, terjadilah aksi pembalasan terkait pengenaan tarif ini dari sejumlah negara yang terlibat. Tiongkok dan Uni Eropa membalas AS dengan mengenakan tarif sebesar 25% untuk berbagai jenis produk-produk AS yang masuk ke pasar mereka, serta Meksiko dan Kanada mengenakan tarif sejumlah 10% untuk produk ternak dari AS.

Perang dagang ini membuat bank sentral AS, The Fed, menaikkan tingkat suku bunga dolar AS hingga mencapai 2%, dan mengumumkan bahwa akan menaikkan suku bunga sebanyak 2 kali lagi di tahun ini. Tentu hal ini membawa dampak ke negara-negara lain di seluruh dunia. Hingga akhirnya, setelah The Fed resmi menaikkan suku bunga dolar AS, para pengusaha, investor, konglomerat dunia, hingga pemain di pasar uang dan pasar modal pun berbondong-bondong mengalihkan kekayaannya dalam bentuk dolar AS agar bisa mendapatkan bunga yang besar. Karena banyak orang yang mengalihkan hartanya dalam bentuk dolar AS, akibatnya, mata uang tersebut juga mengalami peningkatan atau apresiasi terhadap mata uang negara lain di dunia, termasuk di Indonesia. 

Dampaknya bagi Indonesia

Sebagai salah satu negara yang terkena imbas dari peningkatan nilai dolar AS, ada beberapa dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia. Harga kebutuhan yang komponennya impor, pasti akan melonjak mahal karena transaksinya menggunakan mata uang dolar AS.

Industri yang paling terkena dampaknya adalah industri elektronik, fesyen, tekstil, besi baja, farmasi, hingga ternak ayam dan sapi, karena kebanyakan industri tersebut mengandalkan bahan yang diimpor untuk produksi. Bahan bakar minyak juga merangkak naik harganya karena Indonesia masih mengimpor minyak mentah untuk memenuhi 50% kebutuhan minyak nasional. Kenaikan harga sejumlah barang tersebut pun berpotensi mendorong inflasi.

Kenaikan dolar AS juga berdampak pada utang negara yang membesar dari asumsi APBN. Utang negara Indonesia sebagian besar berbentuk dolar AS, sehingga dengan melonjaknya nilai mata uang tersebut, jumlah utang Indonesia pun otomatis lebih besar dari prediksi sebelumnya. Dalam APBN tahun 2018, pemerintah mengasumsikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 13.400 per dolar AS. Akibatnya, perkiraan keuangan negara pun banyak yang meleset.

Namun, tak semua masyarakat Indonesia akan rugi karena hal ini. Beberapa pihak justru akan diuntungkan, misalnya saja eksportir yang target pasarnya adalah konsumen luar negeri. Meskipun mereka menjual barang dengan harga yang sama, selisih dolar terhadap rupiah bisa menjadi keuntungan. Melemahnya daya konsumsi impor juga bisa membuat barang lokal berjaya di negara sendiri. Tak hanya itu, sektor pariwisata juga akan mendulang untung. Biaya hidup yang relatif lebih “murah” di Indonesia, akan mendatangkan turis-turis dari mancanegara.

Kamis, 22 November 2018

KISAH HIDUP CHAIRUL TANJUNG SI ANAK SINGKONG

Chairul Tanjung lahir di Jakarta, 16 Juni 1962 dalam keluarga yang sederhana. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama di sebuah surat kabar kecil. Chairul berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya.  Pengusaha sukses asal indonesia ini dikenal luas sebagai pendiri sekaligus pemimpin, CT Corp 

Kisah Hidup Perjalan Chairul Tanjung Si Anak Singkong telah ditulis dalam sebuah buku yang berjudul “si anak singkong” buku ini mengisahkan tentang perjalanan hidup chairul tanjung dari kecil hingga sukses seperti saat ini. Buku setebal 360 halaman yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas (PBK) ini disusun oleh wartawan Kompas Tjahja Gunawan Adiredja. Buku ini diberi kata pengantar oleh Jakob Oetama, Pendiri dan Pemimpin Umum Harian Kompas,

Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Negeri 1 Jakarta pada tahun 1981, Chairul masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. (lulus 1987)] Ketika kuliah inilah ia mulai masuk dunia bisnis dan juga mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985. 

Demi memenuhi kebutuhan kuliah, ia berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan foto kopi di kampus. Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat, namun bangkrut. Selepas kuliah, Chairul mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri. 

Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha, membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti: keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega. 
Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group. Perusahaan konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), dan Para Inti Propertindo (properti). 

Di bawah Para Group, Chairul memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial, antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo. Di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio. 

Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana Rp 99 miliar. Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. Sementara di bidang investasi, pada awal 2010 Para Group melalui anak perusahaannya, Trans Corp membeli sebagian besar saham Carefour Indonesia, yakni sejumlah 40 persen. MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ini ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis. 

Pada tahun 2010, majalah ternama Forbes menempatkan Chairul sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Ia berada di urutan ke-937 dengan total kekayaan mencapai USD 1 miliar. Satu tahun kemudian, menurut Forbes, kekayaan Chairul telah meningkat lebih dari dua kali lipat, yakni dengan total kekayaan USD 2,1 miliar. Tahun 2014, Chairul memiliki kekayaan sebesar USD 4 miliar dan termasuk orang terkaya nomor 375 dunia.

Pada tanggal 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam. 

SOAL SISTEM INFORMASI DAN RISET PEMASARAN GLOBAL


1. Apa pengertian riset pemasaran ?

a.   Sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian,
b.  Jalur yang dilalui oleh arus barang-barang dari produsen ke perantara dan akhirnya sampai kepada pemakai.
c. Studi mengenai kebutuhan dan keinginan nasabah serta cara-cara agar bank dapat memenuhi kebutuhan tersebut. *

2. Apa yang dimaksud system infoermasi pemasaran ?

a. Sistem informasi yang menyediakan informasi yang diterapkan dalam pemasaran, sistem ini mendukung pengambilan keputusan yang berkaitan dengan bauran pemasaran  *
b. Sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian
c, Semua benar

3. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen ?

a.    Motivasi * 
b.    Pribadi
c.    Psikologi

4. Apa tujuan dari riset kausal ?

a.  Menguji hipotesis hubungan sebab akibat *
b   Mencari masalah dan menerapkan ide baru
d.  Memberi masukan ide baru

5. Apa tujuan dari riset eksploratif ?

a.  Mencari masalah dan menerapka ide baru *
b.  Memecahkan masalah
c.  Salah semua

6. Yang terdiri dari sumber data sekunder adalah ?

a.  Bersifat skeptis
b.  Data komersial*
c.  Menghasilkan nilai informasi

7. Tahapan pendekatan riset yang benar adalah ?

a.   Observasi, Survei, Experimen *
b.   Survei, Experimen, Observasi
c.   Experimen, Survei, Observasi

8.  Mencari masalah dan menerapkan ide baru terdiri dari tujuan riset ?

a.   Riset Deskriptif
b.   Riset Eksploratif*
c.   Riset Kausal

9   Mengembangkan rencana riset riset ada terdiri dari tahap ?

a.  Pendekatan riset
b.  Proses riset pemasaran*
c.  Jawaban A dan B salah

10. Salah satu Proses penelitian pemasaran ?

a   Analisis situasi dan sistem informasi *
b.  Survey
c.  Semua benar



Kamis, 18 Oktober 2018

Jurnal Pemasaran Global



No
Nama
Judul
Hasil
Sumber
1
M. Farid Wajdi
PERSPEKTIF PEMASARAN GLOBAL DALAM BISNIS INTERNASIONAL
Cross-cultural merupakan perbandingan sistematis tentang perilaku aspek-aspek kultur fisik. Cross-cultural dapat juga dikatakan sebagai suatu pendekatan untuk mengetahui segmensegmen pasar internasional dan di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat tertentu. Proses menganalisa pasar dengan menggunakan konsep cross-cutulural khususnya dapat membantu untuk menentukan elemen-elemen program pasar apa yang harus di-standarkan (standardized), dan elemen-elemen apa yang harus di-lokalkan (localized). Strategi global seharusnya perlu disesuaikan dengan menganalisa sistem pasar daripada berusaha merubah pasar yang telah menjadi kebiasaan program pemasaran sebuah perusahaan. Misalnya, perusahaan-perusahaan Amerika Serikat menghabiskan kira-kira 3% penjualan untuk program periklanan. Di negara-negara seperti Australia, rasio penjualan/periklanan mencapai antara 7% sampai 8%, di Swedia kira-kira 5%, di Meksiko 5% lebih, dan di Kanada antara 4% sampai 5%. Sebuah perusahaan Amerika Serikat yang memasuki Australia mungkin meremehkan kebutuhan budget untuk periklanan seandainya perusahaan Amerika tersebut tidak mengembangkan perspektif global atas praktek-praktek lokal.
https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstreams/handle/11617/3826/17.%20Farid%20
Wajdi.pdf;sequence=1

2
Yuana Tri Utomo,
Zulhamdi Shaleh
Strategi Memasuki Pasar Global Studi Kasus Yanto Pottery Kasongan Bantul
Setelah penulis melakukan penelitian terhadap perusahaan gerabah Yanto Pottery, serta membahasnya dengan metode yang sudah dijelaskan, maka masalah penelitian ini bisa dijawab. Jawaban pertama adalah strategi yang digunakan Yanto Pottery untuk masuk ke pasar global adalah strategi ekspor, bukan strategi yang lain (franchise, joint venture, atau investasi langsung). Jawaban kedua terkait dengan kendala-kendala yang dialami ketika memasuki pasar global tidak menjadikan halangan yang berarti dan mengahalangi aktivitas ekspor Yanto Pottery. Dalam kaca mata Islam, ekspor yang dilakukan oleh Yanto Pottery merupakan aktifitas yang mubah karena masuk dalam keumuman dalil jual beli.
ejournal.uin-suka.ac.id/
syariah/azzarqa/article
3
Freddy simbolon
Strategi pemasaran gelobal di pasar indonesia
Banyak produk global yang masuk ke Indonesia dan sukses menguasai pasar Indonesia. Di industri makanan muncul nama-nama resotaran cepat saji yaitu KFC dan McDonalds, di industri elektronika dan telekomunikasi mucul produk-produk Blackberry, Samsung, dan Nokia, sedangkan di industri otomotif terdapat dua pemain besar yaitu Toyota dan Suzuki. Keberhasilan perusahaan-perusahaan global di pasar Indonesia karena kemampuan mereka dalam mengemas strategi pemasaran global yang disesuaikan dengan pasar Indonesia. Secara politik, ekonomi, sosial-budaya, geografis dan teknologi, kondisi pasar Indonesia memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan negara lain. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan global akan sukses bersaing di Indonesia jika mereka mampu mengemas strategi pemasaran global yang disesuaikan Strategi Pemasaran Global …… (Freddy Simbolon) 413 dengan karakteristik masyarakat Indonesia. Strategi pemasaran global yang cocok diterapkan di pasar

Indonesia adalah penggabungan antara adaptation of marketing strategies dan standard marketing strategy. Rekomendasi Banyak perusahaan multinasional yang menguasai pasar Indonesia, sehingga pada akhirnya Indonesia hanya dijadikan target pasar bagi perusahaan multinasional. Di sisi lain, banyak perusahaan

papan atas Indonesia kurang berminat mengembangkan pasar global di negara lain, bahkan di dalam negeri pun perusahaan-perusahaan tersebut kurang mampu bersaing di pasar Indonesia. Pemerintah memiliki peran dalam membangun keunggulan kompetitif bagi produk-produk andalan suatu negara, karena pemerintah sebagai pengatur kebijakan. Sehingga dengan perannya, pemerintah dapat menciptakan sebuah keadaan yang memungkinkan dan kondusif untuk berjalannya suatu proses bisnis, baik itu bisnis untuk pasar lokal, regional, maupun global. Peran pemerintah dapat diwujudkan melalui penciptaan stabilitas politik di suatu negara akan mendorong tercipta iklim usaha yang kompetitif dan pertumbuhan perusahaan nasional dalam menghadapi persaingan global.
journal.binus.ac.id/index.php/BBR/article



Jumat, 12 Oktober 2018

Konsep Pemasaran Global

Pemasaran global adalah pemasaran berkala seluas dunia. Peluang pasar selalu terbuka bagi semua pelaku usaha, tak terkecuali di pasar ekspor. Yang penting mesti kreatif dan mau berinovasi dalam mengembangkan pasar.Pelaku bisnis yang tangguh tentu tak mudah ditenggelamkan oleh setiap perubahan tantangan bisnis meski tantangan yang datang semakin berat. Bagi para pebisnis sejati, kesulitan justru menjadi cambuk yang melecut semangat untuk memecahkannya sehingga usaha dapat semakin berkembang dan maju. 

1. Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan

Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah ada dan terukir dalam hayati kondisi manusia. keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya. Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli. Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya Pemasar mempengaruhi keinginan dan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah didapatkan oleh pelanggan yang dituju.

2.Produk

Produk Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan. Pentingnya suatu produk fisik bukan terletak pada kepelikannya tetapi pada jasa yang dapat diberikannya Oleh karena itu dalam membuat produk harus memperhatikan produk fisik dan jasa yang diberikan produk tersebut.

3. Nilai, Biaya dan Kepuasan

Nilai, Biaya dan Kepuasan Nilai adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya Setiap produk memiliki kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan akan memilih produk mana yang akan memberi kepuasan total paling tinggi. Nilai setiap produk sebenarnya tergantung dari seberapa jauh produk tersebut dapat mendekati produk ideal, dalam ini termasuk harga.

4. Pertukaran, Transaksi dan Hubungan

Pertukaran, Transaksi dan Hubungan Kebutuhan dan keinginan manusia serta nilai suatu produk bagi manusia tidak cukup untuk menjelaskan pemasaran. Pemasaran timbul saat orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya dengan pertukaran. Pertukaran adalah salah satu cara mendapatkan suatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Pertukaran merupakan proses dan bukan kejadian sesaat. Masing-masing pihak disebut berada dalam suatu pertukaran bila mereka berunding dan mengarah pada suatu persetujuan. Jika persetujuan tercapai maka disebut transaksi. Transaksi merupakan pertukaran nilai antara dua pihak. Untuk kelancaran dari transaksi, maka hubungan yang baik dan saling percaya antara pelanggan, distributor, penyalur dan pemasok akan membangun suatu ikan ekonomi, teknis clan sosial yang kuat dengan mitranya. Sehingga transaksi tidak perlu dinegosiasikan setiap kali, tetapi sudah menjadi hal yang rutin. Hal ini dapat dicapai dengan menjanjikan serta menyerahkan mutu produk, pelayanan dan harga yang wajar secara kesinambungan.

5.Pasar

Pasar Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu. Istilah pasar untuk menunjukan pada sejumlah pembeli dan penjual melakukan transaksi pada suatu produk.

6. Pemasaran dan Pemasar

Pemasaran dan Pemasar Pemasaran adalah keinginan manusia dalam hubungannya dengan pasar, pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasaran adalah orang yang mencari sumber daya dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang bernilai untuk itu. Kalau satu pihak lebih aktif mencari pertukaran daripada pihak lain, maka pihak pertama adalah pemasar dan pihak kedua adalah calon pembeli.

Pemasaran Domestik ke pemasaran Global

1. Pemasaran Domestik

Pemasaran yang secara nyata ditunjukkan pada pasar dalam negeri disebut pemasaran domestik. Orientasi mereka adalah bersifat “ETHNO CENTRIC”, yaitu bahwa sifat pasar atau Konsumen dimanapun akan sama , sehingga manajemen memandang pasar Domestik padat dengan peluang yang jauh lebih aman.

2. Pemasaran Ekspor

Adalah tahap pertama untuk menanggapi kesempatan pasar di luar negeri. Pemasar ekspor menjadikan pasar di luar negeri sebagai sasaran dan menggantungkan diri pada produksi dalan negeri untuk memasok pasar ini. Fokus dalam tahap ini adalahmenafaatkan produk dan pengalaman dalam negeri.

3. Pemasaran Internasional

Bertindak lebih jauh lagi dari pemasara ekspor dan menjadi lebih terlibat dalam lingkungan pemasaran dalam negara tempat perusahaan tadi melakukan bisnis.

4. Pemasaran Multinasional

Organisai pemasaran internasional mulai dengan menfokuskan pada memanfaatkan pengalaman dan produk perusahaan.

5. Pemasaran Global / Transnasional
Menfokuskan pada pemanfaatan asset, pengalaman dan produk perusahaan secara global dan pada melakukan penyesuaian pada apa yang benar-benar unik dan berbeda dalan setiap negara. Konsep ini mengakui budaya universal dan perbedaan pasar yang unik.

      STRATEGI MEMASUKI  PASAR GLOBAL
a.      Melakukan Ekspor-Impor

b.      Membuka kantor perwakilan atau cabang

Pembentukan sebuah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya disebut sebagai Greenfield Venture atau usaha ladang-hijau. Tindakan ini merupakan sebuah proses yang kompleks dan berpotensi akan memakan biaya besar, tetapi strategi ini memiliki keunggulan karena memiliki kontrol maksimum kepada perusahaan sehingga jika berhasil berpotensi memberikan laba di atas rata-rata. Hal ini secara khusus benar untuk perusahaan yang memiliki kapabilitas tidak berwujud .

c.       Mengeluarkan lisensi asing/kontrak manufaktur dan alih teknologi.

Perusahaan pemberi Lisensi  (Licensor) membuat persetujuan dengan menerima Lisensi (Licensee) bahwa Licensee memperoleh Hak untuk menggunakan Proses / Teknologi Produksi, Merk Dagang, Paten dsb,  dengan membayar Fee / Royalty kepada Licensor . Licensor dalam hal ini memperoleh manfaat , yaitu dapat memasuki pasar Asing dengan Risiko Rendah. Contoh : DISNEYLAND  mengeluarkan Lisensi untuk memproduksi dan memasarkan produknya : - Donald Bebek, Mickeymouse, dll.

d.      Melakukan Franchising

Yaitu bentuk kerjasama tertulis antara pihak Franchisor dan Franchise diberi hak untuk mendistribusikan Produk atau Jasa tertentu dalam periode dan Wilayah tertentu serta cara-cara  yang ditentukan oleh Franchisor. Contoh :  MC. Donald, KFC. Dll.

e.       Membuka Usaha Patungan atau Joint Venture

Investor luar negeri dapat bergabung investor lkal untuk membentuk usaha patungan dimana mereka membagi kepemilikan dan control. Perusahaan luar neheri mungkin kekurangan sumber daya finansial atau manajerial atau manajerial untuk menjalankan usahanya.

Kekuatan yang mendorong dan menghabat pemasaran Global

A.    Kekuatan Yang Mendorong

1. Kebutuhan Pasar
Budaya universal seperti perbedaan budaya terdapat unsur yang sama dalam sifat manusia yang menjadi dasar untuk menciptakan dan melayani pasar global.
Contoh : minuman ringan, salah satu industri global yang terbesar yang sukses

2. Teknologi
Professor Levitt menulis artikel ” kenyataan komersial yang baru – munculnya pasar global untuk produk konsumen standar dalam skala yang belum pernah dibyangkan”. Ada kekuatan yang amat besar yang mendorong dunia ke arah menyatunya hal-hal yang sudah umum dan kekuatan itu adalah Teknologi. Teknologi menyederhanakan komunikasi, transpotasi dan perjalanan.

3. Biaya
Keseragaman dapat menurunkan biaya riset, rekayasa, desain, kreatif dan produksi di semua fungsi bisni , dari rekayasa sampai pemasaran dan administrasi.

4 Mutu
Volume global menghasilkan penerimaan dan mutu operasi yang lebih besar untuk mendukung mutu desai dan pembuatan.

5. Komunikasi dan Transportasi
Revolusi informasi memberikan kontribusi pada berkembangnya pemasaran global.

6. Daya Tuas
Keunggulan yang dimilikinya karena perusahaan itu beroperasi secara simultan dilebih dari satu pasar nasinal. Sebuah perusahaan global dapat mengembangkan 5 tipe daya tuas :

1.      Transfer pengalaman
2.      Transfer sistem
3.      Penghematan skala
4.      Pendayagunaan Sumber daya
5.      Strategi global

B.      Kekuatan Yang Menghambat

1. Perbedaan Pasar
Dalam setiap kategori produk, perbedaan masih cukup banyak diantara batas negara dan budaya budaya yang memerlukan adaptasi dari beberapa unsur bauran pemasaran.

2. Sejarah
Sejarah merek dagang mungkin memerlukan strategi pemasaran khusus dan berbeda, serta di setiap negara perlu penentuan posisi tersendiri.

3. Kecadokan Manajemen
Dalam banyak hal, produk dan kategori merupakan calon untuk globalisasi, tetapi manajement tidak menangkap kesempatan tsb.

4. Budaya Organisasi
Perusahaan global yang sukses adalah pemsar yang telah belajar cara memadukan visi global dan perspektif dengan insiatif dan masukan pasar lokal. Hal ini sulit dilakukan oleh perusahaan.

5. Kendali Nasional/ Hambatan untuk masuk suatu Negara
Setiap negara melindungi perusahaan lokal dan kepentingannya dengan memegang kendali terhadap akses pasar dan jalan masuknya.

TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN KORPORASI TRANSNASIONAL

Tahap Pertama : Perusahaan Domestik

Fokus perusahaan ini pada pasar domestik, pemasok domestik dan pesaing domestik. Lingkungan perusahaan terbatas pada lingkungan domestik yang sudah dikenal, yaitu negara sendiri. Jadi fokus, visi, orientasi dan operasinya adalah domestik. Jadi perusahaan domestik adalah suatu unit bisnis yang tingkat operasional dan pangsa pasarnya berada dalam suatu wilayah saja tanpa melewati batas suatu negara.

Tahap Kedua : Perusahaan Internasional

Pada tahap kedua, perusahaan mulai mengembangkan kegiatannya ke luar negeri, termasuk kegiatan pemasaran, pengembangan pabrik dan kegiatan lainnya. Walaupun kegiatannya sudah berkembang ke luar negeri, akan tetapi pada tahap ini perusahaan masih etnosentris atau berorientasi dalam negeri sebagai orientasi dasarnya, dan fokusnya masih tetap pada pasar dalam negeri. Strategi pemasaran dari perusahaan tahap kedua adalah  perluasan, artinya praktik bisnis yang dikembangkan untuk pasar dalam negeri diperluas untuk pasar di luar negeri, termasuk di dalamnya produk, iklan, promosi dan penetapan harga. Dengan sumber daya dan pengalaman yang terbatas, perusahaan harus memfokuskan pada apa yang paling baik untuk mereka.

Tahap Ketiga : Perusahaan Multinasional

Pada tahap ketiga, perusahaan yang berada pada tahap kedua mulai menemukan bahwa perbedaan dalam pasar di seluruh dunia menuntut adaptasi dari bauran pemasaran agar dapat sukses. Apabila sebuah perusahaan sudah mulai memutuskan untuk memberikan respons terhadap perbedaan pasar, maka perusahaan itu telah beranjak menjadi perusahaan multinasional. Fokus perusahaan adalah multinasional atau dalam istilah strategis disebut multidomestik, yang artinya perusahaan tersebut merumuskan strategi yang unik untuk setiap negara tempat perusahaan melakukan bisnis. Orientasi perusahaan bergeser dari etnosentris ke polisentris, yaitu asumsi bahwa pasar dan cara melakukan bisnis di seluruh dunia demikian unik, sehingga satu-satunya cara agar sukses secara internasional adalah melakukan penyesuaian pada aspek yang berbeda dari setiap pasar nasional.Strategi pemasaran tahap ketiga adalah menyesuaikan bauran pemasaran domestik agar cocok dengan pilihan dan kebiasaan asing. Penyesuaian dengan budaya  di tiap negara yang dimasuki adalah suatu keharusan untuk dapat bertahan dan sukses. Dengan mendirikan banyak unit produksi di negara lain diharapkan dapat menghemat biaya produksi dan distribusi produk sehingga sampai ke tangan konsumen akhir.

Tahap Keempat : Perusahaan Global

Pada tahap kekempat, perusahaan multinasional membuat ancangan strategi yang cukup besar dan menjadi perusahaan global. Perusahaan global pasti mempunyai strategi pemasaran global atau menentukan pemasok global, tetapi tidak pernah kedua-duanya. Perusahaan ini akan memfokuskan pada pasar dan sumber daya global dari dalam negeri atau salah satu negara lain untuk memasok pasar ini, atau akan memfokuskan pada pasar domestik dan sumber daya dari dunia untuk memasok saluran distribusi domestik.

Tahap Kelima : Perusahaan Transnasional

Pada tahap kelima, perusahaan global semakin lama semakin mendominasi pasar dan industri di seluruh dunia dan kemudian menjadi perusahaan transnasional yang merupakan perusahaan dunia yang terpadu yang menghubungkan sumber daya global dengan pasar global dan membuat laba. Perusahaan pada tahap kelima mempunyai orientasi geosentris, mengakui adanya perbedaan dan persamaan serta mengadopsi pandangan dunia. Perusahaan mengadopsi strategi global yang memungkinkannya untuk meminimalkan penyesuaian di berbagai negara pada yang benar-benar menambah nilai bagi pelanggan di negara tersebut.

 Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran_global
http://putripanunggal.blogspot.com/2014/01/makalah-pemasaran-global.html
https://iongcid.blogspot.com/2016/09/tahap-perkembangan-perusahaan-dalam.html

Jumat, 29 Juni 2018

5 Karakter yang mendorong kesuksesan bisnis

Disiplin

Jangan jadikan usia muda sebagai alasan kamu untuk tidak disiplin. Ketika kamu memutuskan untuk menjalankan bisnis, hal pertama yang harus kamu tanamkan adalah kedisiplinan. Dengan memiliki karakter ini, kamu akan lebih mudah mencapai kesuksesan dalam berbisnis. Kenapa? Karena kamu akan terbiasa bekerja dengan fokus dan tujuan yang jelas. Dan perlu diingat, kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya tanpa usaha yang keras. Jadi, ketika kamu sudah memutuskan untuk berbisnis, mulailah tanamkan rasa disiplin pada dirimu.


Berani Memulai
Setiap kegiatan pasti punya risiko masing-masing, terutama dalam menjalankan kegiatan bisnis. Banyak anak muda yang takut untuk memulai bisnis hanya karena risiko yang akan mereka dapat. Jika kamu sudah mantapkan hati untuk memulai bisnis, jangan pernah melangkah mundur, cobalah terus maju dan jangan pernah dengarkan apa kata orang. Berbisnis di usia muda adalah pilihan yang tepat, kenapa? Karena kamu masih memiliki banyak energi untuk bekerja lebih keras, kamu juga masih punya banyak waktu untuk belajar dari kesalahan jika terjadi sebuah kegagalan. Ingat, salah satu kunci kesuksesan adalah keberanian. Keberanian di sini bukan berarti ceroboh, kamu juga harus pandai memperhitungkan risiko yang akan kamu ambil.


Berpikir Kritis

Menjadi pengusaha, berarti kamu harus kreatif dan inovatif. Namun, itu tidak cukup untuk menjadikanmu sukses di usia muda, apalagi persaingan bisnis kini semakin meningkat. Untuk menjadi sukses, kamu juga harus mulai berpikir kritis. Berpikir kritis adalah kemampuan menganalisa fakta yang ada untuk membuat gagasan dan mempertahankannya dan membuat perbandingannya. Dengan membuat perbandingan tersebutlah Anda dapat menarik kesimpulan dan membuat sebuah solusi dari masalah yang ada. Dengan pemikiran kritis, kamu bisa lebih mudah menyediakan segala sesuatu yang disukai oleh pelanggan/konsumen. Di usia muda seperti kamu sekarang, kamu juga dapat lebih mudah untuk membaca tren, selera, dan juga kebutuhan yang bergerak lebih cepat dari waktu ke waktu. Dengan berpikir kritis dalam mambaca dan menganalisa tren, bisnis kamu akan terus berkembang.


Pintar Beradaptasi

Ketika sudah mulai bisa berpikir kritis, kamu juga harus pintar beradaptasi di dunia bisnis seperi beradaptasi atas perubahan tren yang begitu cepat. Dengan memiliki karakter yang adaptif, kamu bisa lebih mudah bertahan di dunia bisnis yang terus bergerak mengikuti perubahan. Sebagai seorang pengusaha, kamu juga harus menyesuaikan diri dari berbagai kecanggihan teknologi hingga dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan.


Terima Kritikan

Banyak pengusaha muda yang sulit menerima kritikan. Padahal kritikan itu bisa menjadi masukan dan pembelajaran baik buat kamu. Jika kamu siap menjadi pengusaha sukses, kamu juga harus siap menerima kritikan. Dan perlu diingat, kritikan bukan berarti menjatuhkan, tapi membantu kamu lebih berkembang. Dengan mendengar dan menerima kritikan, berarti kamu juga siap mengakui kekurangan dan kesalahan, serta siap bertanggung jawab atas semua yang kamu lakukan.

Kepercayaan Diri Modal Paling Penting dalam Memulai Bisnis

Seseorang yang ingin memulai bisnis harus memiliki karakteristik tertentu. Memulai bisnis bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu dibutuhkan seseorang yang berjiwa wirausaha. Setiap orang sebenarnya memiliki potensi untuk bisa menjalankan bisnis, namun hal itu tergantung bagaimana cara ia memotivasi dirinya.

Karakteristik yang harus dimiliki oleh orang yang ingin memulai bisnis antara lain, percaya diri, berani menanggung resiko, berjiwa kepemimpinan, kreatif, rajin, jujur, dan berjiwa besar. Artikel ini akan membahas lebih mendalam mengenai sikap percaya diri.

Percaya diri berada di posisi pertama karakter yang harus dimiliki wirausaha. Kepercayaan diri adalah sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pencapaian keinginan dan harapannya. Percaya diri sangat diperlukan oleh setiap orang, begitu pula dalam dunia bisnis.

Percaya diri akan membuat Anda mau melakukan tindakan untuk memperoleh kesuksesan. Kualitas tindakan tergantung pada besarnya kepercayaan diri. Semakin besar rasa percaya diri, semakin bagus pula tindakan yang dihasilkan. Sehingga diharapkan akan menghasilkan kesuksesan bagi bisnis Anda.

Seseorang yang akan memulai bisnis harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Kepercayaan diri menunjukkan kekuatan pebisnis. Percaya diri yang kuat akan mampu memotivasi untuk lebih maju. Selain itu percaya diri juga akan membantu Anda dalam menghadapi masalah yang terjadi selama proses bisnis berlangsung. Kepercayaan diri seseorang, akan menunjukkan kemandiriannya. Orang yang mandiri, akan mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk bagi dirinya sendiri.

Kepercayaan diri dapat terbentuk jika Anda selalu membiasakan menyelesaikan masalah sendiri, tanpa bergantung kepada orang lain. Sifat percaya diri ini, akan membantu pebisnis untuk tidak takut gagal, tidak mudah putus asa, dan akan selalu merasa bahwa dirinya mampu serta tidak ragu-ragu dalam memecahkan masalah. Percaya diri menunjukkan bahwa ia memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, kritis, emosinya pun lebih stabil, dan tidak mudah tersinggung.

Setiap orang memiliki kadar kepercayaan diri yang berbeda-beda. Percaya diri perlu diasah untuk memudahkan kita dalam menggapai kesuksesan. Cara mengasah kepercayaan diri adalah sebagai berikut :
Beranikan diri untuk menerima tanggung jawab.

Orang yang percaya diri akan berani menerima segala resiko yang ada. Orang tersebut akan merasa memiliki tanggung jawab penuh terhadap tugas yang diberikan kepadanya. Sehingga ia akan melakukan hal sebaik mungkin, agar tidak menimbulkan resiko buruk bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Selalu berpikir positif terhadap segala hal.

Masalah yang terjadi bukan hambatan bagi Anda untuk terus maju. Jadikan hal tersebut sebagai tantangan untuk mengembangkan potensi. Anda harus yakin bahwa Anda dapat melaluinya. Buang segala pikiran buruk tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
Hilangkan segala keresahan Anda.

Keresahan hanya akan menimbulkan kecemasan, rasa takut, dan ragu-ragu dalam bertindak. Tidak perlu mendengarkan pendapat buruk orang mengenai Anda. Hal itu hanya akan menghabiskan energi dan akan menambah keresahan Anda. Gunakan energi yang dimiliki untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan-tantangan selanjutnya.