Selasa, 22 Desember 2015

TRIP KAMPUNG CINA

       Kebudayaan Tiongkok selalu saja menarik untuk diikuti, mulai dari seni pertunjukan, rumah adat, pernak-pernik sampai aneka jenis makanan khasnya. Selain sebagai tempat wisata, Kampung Cina ini juga sebagai lokasi belanja pernak-pernik kebutuhan Imlek. 
Awal mula munculnya Kampung China di Kota Wisata Cibubur ini? Menurut Yelmira selaku kepala pengelola Kampung China Kota Wisata menceritakan tempat ini dibangun sejak tahun 2002.
“Yelmira mengatakan, pada awal berdirinya tempat ini bernama Kampung Wisata. Pada awal berdiri, menurutnya Kampung Wisata hanya diperuntukkan untuk penghuni perumahan Kota Wisata”.

      "Dahulunya Kampung Wisata terdapat beberapa spot yang hidup, di antaranya Kampung Eropa, Amerika, Jepang, Indonesia dan China. Namun, seiring berjalannya waktu Kampung Eropa, Amerika, Jepang pamornya menurun, sehingga dijadikan satu menjadi Kampung China.
Kemudian, seiring waktu yang berkunjung ke Kampung China pun tidak hanya penghuni perumahan Kota Wisata, tetapi dari luar. Bahkan, beberapa pengunjung datang dari luar Jakarta ataupun luar Pulau Jawa.
Pada akhir pekan, objek wisata ini ramai didatangi pengunjung dan akan semakin ramai ketika menjelang hari Imlek. Jika bertandang ke tempat ini, Anda akan disambut oleh gapura khas Tiongkokberukuran besar yang bertuliskanGerbang Kemakmuran. Ada sebuah plakat kaligrafi Cina, gambar dua buah naga dan beberapa lampion yang menghiasi gapura. 

       Kemudian pada sebelah kiri dan kanan gapura terdapat dua patung prajurit perang yang membawa obor dan sejenis tombak. Melewati Gerbang Kemakmuran, Anda akan menjumpai puluhan toko/kios yang berjualan fashion, aksesories, pernak-pernik dan aneka mainan anak-anak. Merah adalah warna yang banyak Anda lihat dari sepanjang gerbang dan deretan toko.

       Ada ratusan ragam barang dagangan dijajakan di sini, mulai dari payung cantik, gantungan kunci, bunga hias, lampion, tas, dompet dengan bordiran khas Cina, patung-patung untuk pajangan, perlengkapan Barongsai dan yang tak boleh ketinggalan adalah baju chongsam yakni baju khas Tiongkok berwarna merah dengan kerah dan kancing khas orang Tionghoa. Barang yang dijual antara satu kios dengan kios yang lain tidak jauh berbeda. Harga yang ditawarkan juga hampir sama dan tidak bisa ditawar terlalu banyak. Para penjual di sini tidak memanfaatkan keadaan dengan mematok harga yang terlalu tinggi. Mungkin inilah sebabnya masih banyak orang yang senang untuk berbelanja di sini.

        Pengunjung bisa membeli pernak-pernik yang unik dengan harga yang tidak terlalu mahal.
Selain itu, di tempat ini juga ada gerai-gerai makanan yang menawarkan anekamenu yang nikmat. Atau jika Anda bertandang ke Kampung Cina bersama dengan sang buah hati, dapat mengajaknya mengunjungi sebuah danau yang berada tepat di belakang kawasan Kampung Cina. Ada sepeda air berbentuk bebek serta perahu motor yang akan mengajak Anda berkeliling di atas air danau. Kurang lebih, 1 perahu ini dapat menampung 12 orang.

  

Kamis, 19 November 2015

MANUSIA DAN CINTA KASIH


A. PENGERTIAN CINTA KASIH

Menurut kamus umum bahasa indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.


B. CINTA MENURUT AJARAN AGAMA

Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasulnya.


·       Cinta diri

Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri dan juga mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri. Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit dan mara bahaya.


·       Cinta kepada sesama manusia

Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Danb hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain.


·       Cinta seksual

Hal ini ada kaitannya karena ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.


·       Cinta kebapakan

Dorongan kebapakan adalah dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan, dan merupakan faktor pentik bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan, dan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.


·       Cinta kepada Allah

Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduan kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya.


·       Cinta kepada Rasul

Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.


C. KASIH SAYANG

Pengertian kasih sayang menurut KBBI karangan W.J.S.Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua.

Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebaliknya. Dari cara pemberian cinta kasin ini dapat dibedakan:


(1)    Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.

Orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpa memberi respon. Hal ini mengakibatkan si anak menjadi takut, kurang berani dalam masyarakat, minder.


(2)    Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.

Si anak berlebihan memberikan kasih sayang, tetapi orang tua mendiamkan saja, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.



(3)    Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif.

Kehidupan keluarga sangat dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur sapa jika tidak perlu. Orang tua hanya memenuhi dalam bidang materi saja.


(4)    Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif.

Orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang. Sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai, menghargai dan membutuhkan.


D. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.


E. PEMUJAAN

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Dalam kehidupam manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Pemujaan sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi pada tuhannya.


F. BELAS KASIHAN

Kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan, dan sebagainya.


G. CINTA KASIH EROTIS

Dalam cinta kasih erotis terdapat eksklusivitas yaitu hanyalah dalam arti bahwa seseorang dapat menyatukan dirinya secara lengkap dan intensif hanya dengan satu orang lain saja. Cinta kasih erotis mengekslusifkan cinta kasih terhadap orang lain hanyalah dalam segi-segi fusi erotis dan keikutsertaan selengkapnya dengan semua aspek kehidupan orang-orang lain, tetapi bukan dalam arti cinta kasih kesaudaraan yang mendalam terhadap orang lain.




Kamis, 12 November 2015

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusatraan

A.      Pendekatan kesusatraan

Hampir disetiap jaman seni termasuk sastra memegang peranan ynag penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukanya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Disbanding dengan cabang the humanities yang lain, seperti misalnya ilmu bahasa, seni memgang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikanya normatif.

Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakikatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
                 
Karena seni memegang peranan penting maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampai nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaan menyebabkann dia mampu menangkap hal yang lepas dari pengamatan orang lain.

B.    Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan prosa

Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.

1)      Prosa lama meliputi :

·         Dongeng-dongeng
·         Hikayat
·         Sejarah
·         Epos
·         Cerita pelipuur lara

2)      Prosa baru meliputi :

·         Cerita pendek
·         Roman/novel
·         Biografi
·         Kisah
·         Otobiografi

C.     Nilai-nilai dalam prosa fiksi

1. Prosa fiksi memberikan kesenangan

Pemabaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing yang belum dikunjunginya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.

2. Prosa fiksi memberikan informasi

Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedia. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan dating atau kehidupan yang asing sama sekali

3. Prosa fiksi memberikan warisan cultural
Prosa fiksi dapat mensimuli imajinasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.

4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Ada semacam kaidah kemungkinan yang tidak mungkin dalam fiksi yang memungkinkan pembaca untuk memperluas dam mendalami persepsi dan wawasanya tentang tokoh, hidup dan kehidupan manusia. Dari banyak memperoleh pengalaman sastra, pembaca akan terbentuk keseimbangan wawasanya, terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan diluar dirinya yang mungkin sangat berlain dari pribadinya.

D.      Ilmu budaya dasar yag dihubungkan dengan puisi            
                
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian ari kesenian, dan kesenian cabang/unsure dari kebudayaan. Kalau diberi batasan ,maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia,alam dan tuhan melalui media bahsa yang artistic/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
               
Kepuitisan, keartistikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :

a.       Figurasi bahasa seperti gaya personifikasi, metaforsa, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar,hidup,menarik, dan memberikan kejelasan gambaran angan.

b.      Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir

c.       Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pegalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau

d.      Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-ilai rasa dan asosiasi tertentu

e.      Pengulangan, yang berfungsi untuk menintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.

Alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu budaya adasr adalah :

Ø  Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia

Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan” ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih meghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas. Dengan perwakilan itu dapat memberikan kesadaran yang pentng untuk melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan masyarakat.

Ø  Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual

Dengan membaca puii mahasiswa dapat diajak menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisi sang penyair menunjukan kepada pembaca bagian dalam hai manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.

Ø  Puisi dan keinsyafan sosial

Secara imajinatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :
·         Penderitaan atas ketidak adilan
·         Perjuangan untuk kekuasaan
·         Konflik dengan sesamanya
·         Pemberontakan terhadap hokum tuhan

                Mari kita perhatikan kutipan-kutipan prosa dan puisi di bawah ini
               
                                SURAT DARI IBU
                                     Asrul sani
                Pergi ke dunia luas anakku sayang
                Pergi ke hidup bebas
                Selama angin masih angin buritan
                Dan matahari pergi menyinari daun daunan
                Dalam rimba dan padang hijau

                Pergi ke laut lepas anakku saying
                Pergi ke alam bebas
                Selama hari belum petang
                Dan warna senja belum kemrah-merahan
                Menutup pintu waktu lampau

                Jika bayang telah pudar
                Dan elang laut pulang kesarang
                Angin bertiup ke benua
                Tiang-tiang akan kering sendiri
                Dan mahkota sudah tau pedoman
                Boleh engkau dating padaku
                Kembali pulang anakku saying
                Kembali kebalik malam
                Jika kapal telah rapat ke tepi
                Kita segera bercerita
                Tentang cinta dan hidupmu pagi hari

                Asrul sani dengan sajaknya “surat dari ibu” mengungkapkan betapa tulus cinta dan kasih saying eorang ibu kepada anaknya. Bukan dengan memenjakanya melainkan dengan nasehat dan petuah-petuah agar anaknya pergi menuntun ilmu kenegri seberang, dan mencari pengalaman hidup sebanyak-banyaknya. Kalau anaknya telah menjadi orang barulah ia boleh pulang dan si ibu akan membicarakan masa depanya, hidup berumah tangga.

Kamis, 05 November 2015

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat terkait satu sama lain. Dalam pembahasan pertama mengenai mata kuliah IBD kita sudah bicarakan bahwa kedua hal tersebut merupakan dasar bagi pembahasan materi-materi selanjutnya.

A.    MANUSIA

Manusia di alam dunia ini memegang peran yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi.
•    Dalam ilmu eksakta: manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (biologi).

•    Dalam ilmu-ilmu sosial : manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan, makhluk berbudaya, sering disebut homo humanus, dan lain sebagainya.
Unsur-unsur yang membangun manusia :

1.    Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :

•    Jasa: badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan    difoto,dan menempati ruang waktu.
•    Hayat : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
•    Ruh    : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara sepiritual   dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta uang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahiriyah kebudayaan.
•    Nafs    : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
2.  Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu

•    id

Struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingtual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan.

•    Ego

Struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Ego diatur oleh prinsip realitas, Ego sadar akan tuntunan lingkungan luar, dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima.

•    Superego

Struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego menunjukan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.

B.    HAKEKAT MANUSIA

a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.

Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujud konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya abstrak tapi abadi.

b. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya.

Kesempurnaannya terletak pada adab dan kudayaannya, karena manusia dilengkapi oleh akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat dalam jiwa manusia. Dengan adanya akal manusai mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan adanya perasaan, amnusia mampu menciptakan kesenian. Daya rasa dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui pancaindra. Perasaan rohani
adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :

1.      Perasaan Intelektual, perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
2.      Perasaan Estetis, perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
3.      Perasaan Etis, perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.

c. Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi

Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patologi,genetika, dan lain sebagainya. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya.

d. Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.

Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis dan religius. Dengan kehidupan estetis manusia mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagukan dan mengunkapkan kembali karya dalam lukisan, tarian, nyanyian yang indah. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupan estetis ke dalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan. Dengan kehidupan religius, manusi menghayati pertemuannya dengan Tuhan.

C.    KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR

Berikut ini dipaparkan bagan mengenai psiko-sosiagram manusia menurut Prof. Dr. Koentjaraningrat dalam bukunya yang berjudul kebudayaan, mentalis dan pembangunan.

D.    PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski
mengemukakan bahwa cultural determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimilki masyarakat itu. kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta dari kata “budhayah” yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa Latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilakan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsukan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.”
seorang antropolog yaitu E.B.Tylor mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut :Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Selo Sumarjan dan Soelaeman  Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.
Koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yan harus dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.

A.L Krober dan C.Kluckhon mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.

C.A. Van Peursen mengatakan, bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.

Kroeber dan Klukhon mendefinisikan kebudayaan kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama  keterikatan terhadap nilai-nilai.

E.    UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

Menurut Melville J. Herkovits mengemukakan pendapatnya bahwa ada empat unsur kebudayaan yaitu :

1. alat-alat teknologi
2. sistem ekonomi
3. keluarga
4. kekuatan politik

Menurut Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan terdiri dari :

1. sistem norma
2. organisasi ekonomi
3. alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan
4. organisasi kekuatan

C.Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :

1. sistem religi (sistem kepercayaan)
2. sistem organisasi kemasyarakatan
3. sistem pengetahuan
4.  sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi.
5. sistem teknologi daan peralatan
6. bahasa
7. kesenian

F.    WUJUD KEBUDAYAAN

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu;

1.    kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstral, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.

2.    kompleks aktivitas berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diammati atau diobservasi. wujud ini sering disebut sistem sosial.

3.    wujud sebagai benda aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai pengunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya.

G.    ORIENTASI NILAI BUDAYA

Kebudayaan sebagai karya manusai memiliki sistem nilai. Menurut C. Kulckhohn dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) sitem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu :

1. Hakekat hidup manusia (MH) hakekt hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern, ada yang berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu mengaggap hidup sebagai suatu hal yang baik “mengisi hidup”.

2. Hakekat karya manusia (MK) setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.

3. Hakekat waktu manusia (WM) hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, ada yang berpandangan memntingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.

4. Hakekat alam manusia (MA)
Ada kebudayaan yang menganggap manusai harus mengeksploitasi alam atau memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pula kebudayaan yang beranggapan manusia harus harmonis dnegan alam dan manusai harus menyerah kepada alam.

5. Hakekat hubungan manusia (MN)
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertikal (orientasi kepadaa tokoh-tokoh). ada pula yang berpandangan individualistis (menilai tinggi kekuatan sendiri).

H.    PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya
tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak.
Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :

1.     Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.

2.     Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. masyarakat yang hidupnya terbuka, berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung untuk berubah lebih cepat.

proses akulturasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam. Pada saat itulah unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, dahulu kala, mempermudah berlangsungnya akulturasi tersebut. Beberapa masalah yang menyangkut proses tadi adalah :

A. Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima
B. Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima
C. Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru
D. Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat dari akulturasi

Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah :

a. Unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang terutama mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.
contohnya : alat tulis menulis

b. Unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar.
contohnya : radio, komputer, telephon yang banyak membawa kegunaan terutama sebagai alat komunikasi.

c. Unsur-unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima
unsur-unsur tersebut.

contohnya : mesin penggiling padi

Unsur-unsur yang sulit diterima oleh suat masyarakat misalnya :
a. Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah hidup dan lainnya
b. Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.
contohnya : soal makanan pokok masyarakat.

Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya :
1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.
4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut.
5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaanya oleh warga masyarakat yang bersangkutan

I.    KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.
kaitan manusia dan kebudayaan tercipta melalui tiga tahap yaitu :

1. Eksternalisasi
proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.

2. Obektifitas
proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusai dan berhadapan dengan manusia.

3. Internalisasi
proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.